Tidak terasa dan bahkan sangat tidak terasa ketika saya sekarang sudah menginjak kelas 12 yang berarti saya akan menyelesaikan Sekolah Tingkat Menengah Atas. Tetapi ada sedikit belokan yang membuat saya malah terasa malas untuk belajar, try out-try out, ujian-ujian dan tes-tes yang saya laksanakan tidak memberi pengaruh yang besar untuk saya lebih maju, entah faktor luar atau dalam diri saya.
Terkadang saya menyalahkan program yang dijalankan oleh sekolah, karena saya rasa ada banyak kesalahan program yang dimulai dari bimbingan belajar yang seharusnya dimulai saat liburan sekolah, tetapi dimulai 3 bulan sebelum UN, Try Out yang membuat saya dan teman-teman saya jenuh, bagaimana tidak?! Dalam sehari kami harus menghabiskan soal-soal dan mater
Tampilkan postingan dengan label Masa sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masa sekolah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 Maret 2011
Selasa, 14 Desember 2010
Tata Usaha, Guru Galak dan Menjelang Tes
Sebentar lagi saya menyelesaikan tugas saya sebagai murid sekolah di sebuah SMK Negeri terkenal di Bekasi, banyak yang saya alami di sekolah ini dengan kenakalan-kenakalan saya. Saat kelas 1 saya sering cabut pelajaran karena guru yang mengajar galak, saya takut dihukum karena tidak mengerjakan tugas dan lain-lain.
Sejenak saya berfikir “kenapa guru ini bisa segalak itu tanpa menanyakan alasan murid tersebut, padahal setiap orang memiliki aktifitas hidup masing-masing yang mungkin pada saat itu tidak dapat ditinggalkan, secara tidak
Ulangan, Guru Malas dan Pelajaran Bimbingan Konseling
Ulangan seperti iseng-iseng kah “guru jarang masuk adalah hal yang termasuk membuat murid malas berada di sekolah lama-lama… terus pulang deh, sehingga murid kurang mendapatkan haknya lagi, selain itu pada saat ulangan adalah ajang mencari cara paling ampuh untuk membodohi guru, bukan sebagai menjadi siswa yang terbaik. Seandainya dengan tes agar cara untuk membuat siswa membaca dan belajar, kenapa tidak melakukan latihan setiap hari dengan menjelaskan, memberi perhatian dan dengan mencari cara yang membuat murid mudah mengerjakan suatu soal.
Ada sebagian guru ketika bab dalam satu semester sangat banyak, lalu mengajarkan bab dengan banyak tanpa mengetahui murid itu
UN dan Guru Berjiwa Pahlawan
Sudah siapkah untuk UN ?
“Selama masa UN ada banyak berita mengabarkan kasus bunuh diri karena tidak lulus Ujian Negara dan sampai sekarang UN masih menjadi patokan yang menentukan seorang siswa bisa lulus atau tidak. Sementara hasil tes diperiksa oleh komputer yang mana salah menulis nama saja… siswa bisa tidak lulus dan harus mengulang padahal siswa itu terbilang pandai disekolah, tetapi saat mengetahui UN tidak lulus, BOOM!!! betapa hancurnya perasaannya saat itu, betapa malu dirinya sehingga daripada menanggung malu, ia memutuskan untuk bunuh diri. Satu anak negeri yang seharusnya bisa mengharumkan nama Indonesia kandas ditengah jalan, hilanglah sudah.
Bagaimana dengan yang disekolahnya sangat nakal dan kurang pintar tetapi ia lulus UN. Apa yang terjadi selanjutnya ?
“Selama masa UN ada banyak berita mengabarkan kasus bunuh diri karena tidak lulus Ujian Negara dan sampai sekarang UN masih menjadi patokan yang menentukan seorang siswa bisa lulus atau tidak. Sementara hasil tes diperiksa oleh komputer yang mana salah menulis nama saja… siswa bisa tidak lulus dan harus mengulang padahal siswa itu terbilang pandai disekolah, tetapi saat mengetahui UN tidak lulus, BOOM!!! betapa hancurnya perasaannya saat itu, betapa malu dirinya sehingga daripada menanggung malu, ia memutuskan untuk bunuh diri. Satu anak negeri yang seharusnya bisa mengharumkan nama Indonesia kandas ditengah jalan, hilanglah sudah.
Bagaimana dengan yang disekolahnya sangat nakal dan kurang pintar tetapi ia lulus UN. Apa yang terjadi selanjutnya ?
Targetnya Adalah Kami Pelajar
Wah wah wah, kayanya sekolah dan pelajar adalah sasaran empuk untuk mempromosikan dan menjual produk. Saya rasa alasannya logis, karena pelajar adalah masa-masa dalam kebimbangan yang masih mencari jatidirinya, masih terombang-ambing dengan baik dan buruknya lingkungan sekitarnya sehingga apabila berhasil mencuri hati 20 siswa dan salah satunya adalah teman kita, mau enggak mau ikutan ahh…takut dibilang enggak solidaritas dan guru adalah pengarah untuk mengumpulkan siswa-siswanya…seperti biasa siswa harus selalu patuh pada guru walau sesuatu tidak penting sekalipun. Apa saya sendiri yang merasa atau pelajar-pelajar lain juga, sekolah sekarang itu tempat memanen uang dan lahan untuk menanam modal. Memang si tidak terasa oleh saya apabila saya harus membayar buku yang hanya Rp. 10.000 tapi diluaran sekitar Rp. 8000, lumayankan untung Rp. 2000 untuk seorang siswa…bagaimana jika mengajar 200 siswa ? Wah wah wah banyak banget, enaknyaaa…
Sistem Pendidikan Menjenuhkan
Di saat serba kilaunya dunia ini dengan kemudahannya, yang serba instant dan mengglobalisasi, buat saya ada yang hilang. Dimana saya merasa kejenuhan, kebosanan, kesepian dan hampa. Saya kehilangan kebebasan, kebersamaan dan ketenangan baik lahir dan batin. Sekolah menuntut saya sebagai murid untuk memenuhi, menjalani dan mengerjakan kewajiban-kewajiban, tugas-tugas dan peraturan-peraturan yang membuat hidup ini terasa datar sekali. Sekolah sekolah dan sekolah, tugas tugas dan tugas, guru yang menjengkelkan menjengkelkan sangat menjengkelkan. Mungkin tidak hanya saya yang merasakan hal yang sama tetapi banyak pelajar-pelajar lainnya. Ketidaknyamanan ini membuat saya harus dengan terpaksa dan memaksa-maksakan untuk otak saya untuk selalu menerima pelajaran dan sesekali saya ingin lari (melanggar) dari segala aturan-aturan ini. Untuk mencari kebebasan.
Haruskah otak kami selalu dipekerjakan dengan keras dan berat dari senin
Haruskah otak kami selalu dipekerjakan dengan keras dan berat dari senin
Guru Jarang Masuk dan Siasat Bagus
Hahaha rasanya saya ingin tertawa lebar untuk salah seorang guru saya yang tiba-tiba marah-marah menanyakan salah satu soal yang mana murid-murid pada tidak mengerti, padahal dia saja jarang masuk ngisi pelajaran, ibu ibu gimana murid-murid mau ngerti coba, ibu saja jarang masuk, mending kalau pelajarannya gampang. Masalah besar juga kalau guru jarang masuk pelajaran apalagi kalau pelajarannya susah kaya matematika, fisika, kimia (berdasarkan yang saya rasakan, hehe). Tapi mau gimana lagi, kayanya itu memang berdasarkan kesadaran masing-masing guru, mungkin harus murid yang melaporkannya kepada Dinas Pendidikan supaya itu guru sadar. Semoga jangan sampai ada guru yang kaya gitu di Indonesia, seandainya ada semoga Allah langsung menyadarkannya, Amiin.
Oya nich penting juga untuk memberi pujian / apresiasi supaya seseorang itu bisa meningkatkan kemauan belajarnya karena saya pernah merasakannya, haha
. Contoh pelajaran fisika itu dianggap susah oleh seorang murid, lalu si guru
Oya nich penting juga untuk memberi pujian / apresiasi supaya seseorang itu bisa meningkatkan kemauan belajarnya karena saya pernah merasakannya, haha
Langganan:
Postingan (Atom)

